Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja

Nama: Anni Khoufillah

Kelas : PAI 3D

Mata Kuliah : Pembelajaran Berbasis Teknologi

Dosen Pengampuh : Fery Heryadi.M.pd



Assalamualaikumwarahmatullahi wabarakatuh.

Halo, selamat datang di blog aku!

Di blog ini, aku bakal ngebahas materi tentang Meraih Kesuksesan, mulai dari gimana caranya bersaing secara sehat dalam kompetisi, berbuat kebaikan, sampai pentingnya punya etos kerja yang baik. Materi ini disusun dengan bahasa yang santai supaya lebih mudah dipahami, dan tentunya dilengkapi juga dengan link materi pendukung. Semoga isi blog ini bisa bermanfaat dan bikin kita makin semangat buat jadi versi terbaik dari diri sendiri.

Untuk meraih kesuksesan, kita perlu bersaing dalam hal-hal yang baik, bukan dalam hal yang merugikan orang lain. Kompetisi dalam kebaikan berarti berusaha menjadi lebih baik dalam hal positif, seperti belajar lebih rajin, membantu teman, berbuat jujur, dan disiplin. Tujuannya bukan untuk menjatuhkan orang lain, tapi untuk memotivasi diri agar terus berkembang.

Selain itu, etos kerja juga sangat penting. Etos kerja adalah sikap rajin, tanggung jawab, disiplin, dan sungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu. Orang yang punya etos kerja tinggi biasanya tidak mudah menyerah dan selalu ingin memberikan hasil terbaik.

Jadi, kesuksesan akan lebih mudah diraih jika kita punya semangat bersaing dalam kebaikan dan selalu menjaga etos kerja yang tinggi. Dengan begitu, kita bukan hanya sukses secara pribadi, tapi juga memberi manfaat bagi orang lain.

1. Q.S. al-Maidah/5: 48 tentang Kompetisi dalam Kebaikan

a. Membaca Q.S. al-Maidah/5: 48 

{ وَأَنزَلۡنَاۤ إِلَیۡكَ ٱلۡكِتَـٰبَ بِٱلۡحَقِّ مُصَدِّقࣰا لِّمَا بَیۡنَ یَدَیۡهِ مِنَ ٱلۡكِتَـٰبِ وَمُهَیۡمِنًا عَلَیۡهِۖ فَٱحۡكُم بَیۡنَهُم بِمَاۤ أَنزَلَ ٱللَّهُۖ وَلَا تَتَّبِعۡ أَهۡوَاۤءَهُمۡ عَمَّا جَاۤءَكَ مِنَ ٱلۡحَقِّۚ لِكُلࣲّ جَعَلۡنَا مِنكُمۡ شِرۡعَةࣰ وَمِنۡهَاجࣰاۚ وَلَوۡ شَاۤءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمۡ أُمَّةࣰ وَ ٰ⁠حِدَةࣰ وَلَـٰكِن لِّیَبۡلُوَكُمۡ فِی مَاۤ ءَاتَىٰكُمۡۖ فَٱسۡتَبِقُوا۟ ٱلۡخَیۡرَ ٰ⁠تِۚ إِلَى ٱللَّهِ مَرۡجِعُكُمۡ جَمِیعࣰا فَیُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ فِیهِ تَخۡتَلِفُونَ }

b. Menterjemahkan Ayat Q.S. al-Maidah/5: 48

“Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan.” (Q.S. al-Maidah/5: 48)

“Umat Islam diperintahkan untuk berlomba-lomba dengan sungguh sungguh dalam berbuat kebaikan dan menghindari perdebatan yang tidak perlu hingga menghabiskan waktu sia-sia”.

Perintah untuk berlomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) juga terdapat dalam beberapa ayat Al-Qur’an, di antaranya terdapat dalam Q.S. al-Baqarah/2: 148 berikut ini:

{ وَلِكُلࣲّ وِجۡهَةٌ هُوَ مُوَلِّیهَاۖ فَٱسۡتَبِقُوا۟ ٱلۡخَیۡرَ ٰ⁠تِۚ أَیۡنَ مَا تَكُونُوا۟ یَأۡتِ بِكُمُ ٱللَّهُ جَمِیعًاۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَیۡءࣲ قَدِیرࣱ }

Artinya: “Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya.

Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Q.S. al-Baqarah/2:148).

c. Menerapkan Perilaku Kompetisi dalam Kebaikan untuk Meraih Kesuksesan.

Agar dapat berkompetisi dalam kebaikan, lakukanlah “6M” berikut ini,yaitu:

• Mengawali suatu amal kebaikan dengan membaca basmalah dan berdoa kepada Allah Swt. agar diberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan. Doa merupakan kekuatan spiritual yang akan mendorong kalian untuk berusaha maksimal hingga amal tersebut paripurna. Di samping itu ada nilai pahala atas amal yang dilakukan dengan ikhlas.

• Melakukan semua amal kebaikan dengan penuh optimis dan semangat. Sikap optimis dan semangat ini akan membuat seseorang menjadi yakin mampu mengerjakan amal kebaikandengan tuntas. Lebih dari itu, tumbuh rasa senang dan bahagia karena telah berhasil menyelesaikan sebuah amal kebaikan.

• Menjaga konsistensi (istiqamah) amal kebaikan yang sudah kalian lakukan. Kualitas dari amal kebaikan akan semakin meningkat apabila kalian lakukan dengan konsisten. Tiap hari akan ada pengalaman baru untuk perbaikan kualitas amal pada hari berikutnya dan masa datang.

• Mempelajari ilmu yang terkait dengan peningkatan kualitas amal kebaikan. Antara ilmu dan amal merupakan satu kesatuan. Ilmu tanpa amal, ibarat pohon tak berbuah. Demikian pula beramal tanpa ilmu akan mengakibatkan amal tersebut tertolak. Menambah bekal ilmu dapat kalian lakukan dengan belajar di lembaga pendidikan formal maupun non formal.

• Membiasakan diri beramal secara bersama-sama/bekerja sama dengan melibatkan orang banyak. Dalam hal ini, bukan berarti mengabaikan amaliyah yang sifatnya pribadi.

Keterlibatan banyak orang dalam suatu amal kebaikan akan membuat nilai amal tersebut semakin baik. Karena akan semakin banyak manfaat dan kemaslahatan yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Lebih dari itu, akan memperkuat tali silaturahmi dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

• Mengamati, meniru, dan memodifikasi amal kebaikan yang telah dilakukan oleh orang lain. Hal ini akan memudahkan dan memotivasi seseorang dalam beramal saleh. Karena sudah dicontohkan oleh orang lain, maka harus ada usaha untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas amal tersebut agar lebih baik dan nilai manfaatnya menjadi lebih besar.

2. Q.S. at-Taubah/9 : 105 tentang Etos Kerja

a. Membaca Q.S. at-Taubah/9 : 105

{ وَقُلِ ٱعۡمَلُوا۟ فَسَیَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمۡ وَرَسُولُهُۥ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَـٰلِمِ ٱلۡغَیۡبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ فَیُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ }

b. Menterjemahkan Ayat Q.S. at-Taubah/9: 105

“Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. at-Taubah/9: 105)

c. Menerapkan Perilaku Etos Kerja untuk Meraih Kesuksesan

Etos kerja berarti semangat, sikap, dan nilai-nilai positif dalam bekerja.

Orang yang memiliki etos kerja tinggi akan bekerja dengan sungguhsungguh, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Dengan etos kerja yang baik, seseorang dapat mencapai kesuksesan karena hasil kerjanya akan lebih berkualitas dan dipercaya oleh orang lain.

Beberapa contoh perilaku etos kerja yang bisa diterapkan sehari-hari:

1. Disiplin waktu – datang tepat waktu dan menyelesaikan tugas sesuai jadwal.

2. Jujur dan bertanggung jawab – tidak menyontek, tidak menipu, dan mau mengakui kesalahan.

3. Rajin dan tekun – tidak mudah menyerah meski menghadapi kesulitan.

4. Kerja sama – mampu bekerja dengan orang lain dengan sikap saling menghargai.

5. Berpikir positif – yakin bahwa setiap usaha yang baik akan membawa hasil.

Jika perilaku etos kerja ini diterapkan secara terus-menerus, maka seseorang akan lebih mudah meraih kesuksesan, baik di sekolah, tempat kerja, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Karena kesuksesan bukan hanya soal keberuntungan, tapi juga hasil dari kerja keras, kedisiplinan,dan kejujuran.

3. Makna Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja

a. Kompetisi dalam kebaikan (Fastabiqul Khairat)

Artinya berlomba-lomba dalam melakukan amal yang baik. Dalam Islam, kita tidak diajarkan iri atau menjatuhkan orang lain, tapi

berlomba dalam hal-hal yang positif, seperti belajar sungguh-sungguh,menolong sesama, menjaga kebersihan, dan berbuat jujur.

➤ Intinya: bukan siapa yang menang, tapi siapa yang paling ikhlas dan bermanfaat bagi orang lain.

b. Etos kerja dalam pandangan Islam

Etos kerja adalah semangat untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, jujur, dan bertanggung jawab. Orang yang memiliki etos kerja tinggi tidak mudah menyerah, disiplin waktu, dan selalu berusaha menghasilkan yang terbaik.

➤ Bekerja bukan hanya untuk mencari uang, tapi juga bentuk ibadah kepada Allah.

c. Hubungan antara kebaikan dan etos kerja

 Orang yang memiliki etos kerja yang baik biasanya juga senang berbuat baik. Misalnya, guru yang rajin mengajar bukan hanya karena

tugas, tapi karena ingin membantu murid menjadi cerdas. Jadi, etos kerja yang baik akan membuat seseorang terus berbuat kebaikan.

Contoh Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari :

• Di sekolah: belajar rajin, membantu teman yang kesulitan, dan menjaga kebersihan kelas.

• Di rumah: membantu orang tua tanpa disuruh, disiplin waktu, dan tidak malas.

• Di masyarakat: ikut kegiatan sosial, menjaga lingkungan, dan sopan terhadap tetangga.

Nilai yang Dapat Diambil :

• Rajin dan tekun akan membawa keberhasilan.

• Bekerja keras adalah ibadah.

• Saling mendorong dalam kebaikan lebih mulia daripada bersaing dalam hal dunia.

• Allah mencintai orang yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan ikhlas.

Selain itu, kesuksesan dalam pandangan Islam tidak hanya diukur dari harta, jabatan, atau kedudukan, tetapi dari sejauh mana seseorang

bermanfaat bagi orang lain dan selalu berada di jalan yang diridai Allah Swt. Orang yang sukses adalah yang mampu menjaga hubungan baik

dengan Allah (ibadah) dan dengan sesama manusia (akhlak dan kerja nyata). Jadi, belajar sungguh-sungguh, bekerja keras, dan membantu orang lain adalah bagian dari ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah.

Dengan semangat berlomba dalam kebaikan dan etos kerja tinggi, kita akan menjadi pribadi yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Sikap ini akan membawa keberkahan dalam setiap langkah kehidupan. Jika setiap orang mau bekerja dengan niat yang baik dan penuh semangat,maka bukan hanya dirinya yang sukses, tetapi juga akan membuat masyarakat dan bangsa menjadi maju dan sejahtera.

Tahapan-Tahapan Kegiatan Pembelajaran

Untuk lebih memahami materi Klik link

Ppt video


Untuk mengerjakan soal klik link
Link Soal

Untuk Melihat Jawaban klik link

Link jawaban

Video dokumentasi mengajar


Demikian pembahasan materi tentang Meraih Kesuksesan dalam Kompetisi, Kebaikan, dan Etos Kerja yang dapat saya sampaikan melalui blog ini. Semoga materi dan tautan pendukung yang disajikan bisa menambah pemahaman serta memberi manfaat bagi pembaca. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkunjung dan membaca. Semoga kita semua bisa menerapkan nilai-nilai positif ini dalam kehidupan sehari-hari.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.






Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIODATA DIRI

TANTANGAN IMPLEMENTASI MEDIA BERBASIS ILMU TEKNOLOGI.